RSS
Container Icon

Ciri-ciri dan cara mengatasi sifat perfeksionis


Sifat Perfeksionis adalah keyakinan bahwa seseorang harus menjadi sempurna, mencapai kondisi terbaik pada aspek fisik ataupun non-materi. Perfeksionis adalah orang yang memiliki pandangan perfeksionisme.

Pada bentuknya sebagai penyakit, perfeksionisme dapat menyebabkan seseorang memiliki perhatian berlebih terhadap detail suatu hal dan bersifat obsesif-kompulsif , sensitif terhadap kritik, cemas berkepanjangan, keras kepala, berpikir sempit dan suka menunda. Hal-hal yang dapat menghambat keberhasilan dalam hal apapun. Orang yang potensial namun perfeksionis akan terhambat kemampuannya. Hasrat menciptakan produk, website atau konten terbaik adalah hal yang perlu, namun seorang perfeksionis akan menemukan banyak rintangan yang sama sekali tidak perlu.

Masalah perfeksionis adalah tindakannya yang cenderung suka menunda-nunda dan akhirnya capek sendiri. Obsesinya akan kesempurnaan menjadi beban pikiran dan meletihkan perasaannya. Orang perfeksionis akan cepat kehabisan energi karena terus cemas tentang bagaimana menyempurnakan website-nya atau berpikir seandainya dulu saya begini atau begitu.

CIRI-CIRI SESEORANG MEMILIKI SIFAT PERFEKSIONIS

Hal yang Dilakukan Seorang yang Perfeksionis :

  1. Terlalu berlebihan dalam memberikan komitmen.
  2. Jarang mendelegasikan tugas kepada orang lain.
  3. Susah sekali dalam mengambil keputusan.
  4. Selalu merasa ingin memegang kendali.
  5. Bersaing dengan sangat keras.
  6. Datang terlambat karena selalu saja ada satu hal yang masih harus dikerjakan.
  7. Selalu melakukan sesuatu pada menit-menit terakhir.
  8. Terlalu mempermasalahkan hal-hal detail.
  9. Sepertinya tidak pernah puas atas pekerjaannya.
  10. Selalu menyibukkan diri dengan sesuatu.
  11. Seringkali mengkritik orang lain.
  12. Menolak untuk mendengarkan kritik atas diri mereka sendiri.
  13. Menaruh perhatian yang berlebih kepada hal-hal negatif daripada hal-hal yang positif.
  14. Selalu memeriksa pekerjaan yang dilakukan orang lain.
  15. Menyebut diri sendiri “bodoh” saat mereka melakukan sesuatu secara tidak sempurna.
  16. Suka menunda-nunda pekerjaan.

Hal yang Dipikirkan Seorang yang Perfeksionis :

  1. “Kalau aku tidak bisa melakukannya secara sempurna, buat apa donk?”
  2. “Aku harus berhasil dalam apapun yang aku lakukan.”
  3. “Aku harus selalu lebih selangkah ketimbang orang lain.”
  4. “Aku harus menyelesaikan apa yang aku lakukan sebelum memulai pekerjaan yang lainnya.”
  5. “Setiap detail pekerjaan haruslah sempurna.”
  6. “Segala sesuatu seharusnya dikerjakan dengan benar dari awalnya.”
  7. “ Hanya ada satu cara yang benar dalam melakukan suatu pekerjaan.”
  8. “Aku adalah orang yang hebat kalau hasilnya baik; aku adalah orang yang payah kalau hasilnya jelek.”
  9. “Aku tidak pernah bisa mengerjakannya dengan sempurna.”
  10. “Aku orang yang bodoh.”
  11. “Aku tidak bisa mengerjakannya dengan baik.”
  12. “Aku tidak disenangi orang lain.”
  13. “Sebaiknya aku tidak berbuat kesalahan di sini, atau orang-orang akan berpikir bahwa aku tidak (pintar, bagus, mampu).”
  14. “Kalau aku melakukan kesalahan, pasti ada yang salah dengan diriku.”
  15. “Orang-orang tidak boleh mengkritik diriku.”
  16. “Semuanya harus jelas hitam putihnya. Abu-abu adalah tanda-tanda pikiran yang kebingungan.”

Perasaan yang Dirasakan Seorang Perfeksionis :

  1. Merasa sangat malu akan kesalahan yang telah mereka lakukan.
  2. Merasa jijik atau marah atas diri sendiri saat mereka mendapatkan kritik.
  3. Gelisah saat menyampaikan pendapatnya kepada orang lain.
  4. Sangat mengkhawatirkan akan hal-hal yang detail.
  5. Marah kalau kebiasaan rutinnya terganggu.
  6. Gugup saat hal-hal di sekelilingnya tampak kacau.
  7. Ketakutan atau gelisah setiap saat.
  8. Capek dan tidak bisa beristirahat.
  9. Dihantui dengan perasaan membenci diri sendiri.
  10. Takut kelihatan bodoh.
  11. Takut kelihatan tidak mampu.
  12. Takut akan penolakan.
  13. Malu karena punya rasa takut.
  14. Tidak berani.
  15. Merasa bersalah kalau membuat orang lain kecewa.

CARA MENGATASI SIFAT PERFEKSIONIS

  1. Jadilah orang biasa untuk sehari saja. Biarkan dirimu tidak rapi, terlambat, tidak lengkap…tidak sempurna. Lalu, rayakan kesuksesanmu.
  2. Ikutilah aktivitas-aktivitas yang tidak ada penilaiannya—aktivitas-aktivitas yang berfokus pada proses,bukan hasil akhir.
  3. Ambillah risiko. Ikutlah dalam sebuah pelatihan yang terkenal karena isinya menantang. Cobalah memulai pembicaraan dengan seseorang yang tidak kamu kenali. Kerjakan sebuah tugas atau belajar dalam menghadapi sebuah tes tanpa berlebihan. Ubahlah kebiasaanmu pada pagi hari. Mulailah hari-harimu tanpa rencana yang jelas.
  4. Beri izin pada dirimu sendiri untuk membuat paling sedikit tiga kesalahan setiap harinya.
  5. Berhenti menggunakan kata “harus” pada saat bicara pada diri sendiri. Tinggalkan kata “Aku seharusnya” saat berbicara.
  6. Ceritakan kelemahanmu atau keterbatasan yang kamu miliki kepada seorang teman. Yakin deh, temanmu itu tidak akan menganggap dirimu lebih jelek daripada sebelumnya.
  7. Sadari bahwa pengharapanmu atas dirimu sendiri mungkin terlalu tinggi, bahkan tidak realistis.
  8. Kenanglah berbagai keberhasilanmu pada masa lalu. Tulislah bagaimana hal-hal itu membuatmu merasa nyaman.
  9. Tanya seorang teman untuk membantumu “menyembuhkan” sifat perfeksionismu itu. Mungkin mereka bisa memberikan tanda atau kata tertentu saat mereka menyadari bahwa kamu sedang bertingkah laku sebagai seorang perfeksionis.
  10. Sadari bahwa dirimu manusia juga. Akan terasa tidak terlalu sepi kalau kita mau menerima ketidaksempurnaan yang ada pada diri kita sendiri dan diri orang lain, dan menerimanya sebagai bagian dari kehidupan.
  11. Kalau kamu perlu bantuan, bicaralah dengan guru BP di sekolah/kampusmu atau dengan seorang psikolog. Jelaskan situasi yang kamu hadapi dan mintalah saran-saran.

Semoga Bermanfaat !!!


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar: